KPK Ciduk Gubernur Sulawesi Selatan

iMagz.id - Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah dibekuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Sabtu (27/2/2021) dini hari.

Nurdin diketahui sebagai figur Sulsel yang berhasil sebagai pengusaha dan guru besar. Nurdin kelahiran Parepare pada 7 Februari 1963. Beliau anak anak pertama dari 6 berkeluarga dari papa seorang Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang berawal dari Kota Bantaeng dan masih generasi Raja Bantaeng ke- 27, dan bunda berawal dari Soppang dan bekerja sebagai bunda rumah tangga.

Nurdin ialah jebolan Fakultas Pertanian dan Kehutanan Universitas Hasanuddin( Unhas) dan lolos tahun 1986.

Sementara gelar ahli dan doktornya di Agriculture Kyushu University, Jepang lolos pada tahun 1994.

Saat sebelum bergulat di bumi politik, Nurdin berwirausaha dan akademisi. Beliau mendapatkan keyakinan dari penanam modal Jepang untuk mendirikan pabrik pengerjaan kusen jadi butsudan, ialah tempat penyimpanan abu hasil pembakaran jenazah. Saat umurnya 34 tahun, Nurdin mendirikan PT Tokai Material Indonesia yang dibentuk di atas tanah seluas 3. 5 hektar di Kawasan Pabrik Makassar, Kelurahan Kapasa. Lalu selang 6 tahun industri ini berganti julukan jadi PT Maruki International Indonesia.

Nurdin berprofesi Kepala negara Ketua di 4 industri Jepang, ialah PT Maruki International Indonesia, Hakata Marine Indonesia, Hakata Marine Hatchery, dan Kyushu Medical Co., Ltd.

Di bidang perguruan tinggi, Nurdin sempat berprofesi sebagai Guru Besar Fakultas Kehutanan di Universitas Hasanudin dan Badan Penolong Politeknik Negara Makassar.

Tidak hanya itu, Nurdin mendapatkan gelar guru besar pada 1 Desember 2008. Berhasil di bidang pembelajaran dan wiraswasta, Nurdin juga turun ke ranah politik.

Pada tahun 2008, beliau dipercaya sebagai Bupati Bantaeng dengan Andi Asli Mustajab sebagai wakilnya.

Pada pertandingan Pilgub 2018, Nurdin maju sebagai salah satu akan calon Gubernur Sulawesi Selatan dengan Andi Sudirman Sulaiman sebagai wakilnya.

Mereka berhasil dengan mengangkat oleh Partai Kerakyatan Indonesia Peperangan( PDIP), Partai Kesamarataan Aman( PKS), dan Partai Amanat Nasional (PAN). (tya)