Mengantuk di Pagi Hari, Waspada 3 Penyakit Ini Mengintai
iMagz.id - Mengantuk di pagi hari mungkin kerap dianggap hal sepele dan wajar. Namun, saat durasi tidur sudah mencukupi dan kantuk masih menghampiri, itu patut dikhawatirkan lantaran berkaitan dengan tiga penyakit tertentu.
Ilustrasi menguap/insomnia. Foto: Indozone.Salah satunya penyakit demensia alzheimer. Ya, menurut dokter spesialis penyakit dalam, Dr. dr. Tri Juli Edi Tarigan Sp.PD, KEMD, FINASIM, rasa kantuk di pagi hari menjadi gejala bagi pasien demensia alzheimer di fase akhir.
"Ini ngantuknya terutama kalau diderita lansia, ngantuknya saat orang melek (pagi), sebaliknya dia melek saat orang lain ngantuk (malam). Sehingga merepotkan karena saat tengah malam malah minta diajak ngobrol. Gangguan tidur ini yang ganggu orang sekitarnya. Orientasi waktunya juga terganggu," ungkapnya.
Selain itu, penyakit lain yang cenderung berkaitan adalah kekurangan hormon tiroid. Saat hormon ini menurun, metabolisme tubuh cenderung berjalan lambat termasuk memicu rasa kantuk namun seringkali lambat disadari.
"Detak jantung melambat, dan akhirnya gampang ngantuk juga. Pengennya tidur aja dan akhirnya ngantuk," kata Tri Juli.
Penyakit terakhir yang mungkin mengintai saat merasa mengantuk di pagi hari adalah anemia. Kondisi anemia bisa disebabkan oleh kekurangan zat besi sehingga kadar oksigen menurun dan membuat rasa kantuk menyerang lebih sering.
"Kurang zat besi ada interval tertentu, tergantung apakah kita alami anemia atau belum. Kalau sudah sampai anemia, berarti kekurangan hb, bisa kantuk," ujarnya.
Untuk itu, dokter Tri menyarankan agar mereka yang sudah memasuki usia atas 40 tahun untuk rutin melakukan evaluasi medis ketika rasa kantuk terlalu sering terjadi. Sebab, rasa kantuk yang terjadi secara mendadak bisa membahayakan profesi tertentu seperti supir bus, pilot, dan sebagainya. (tya)
